Anies Pilih Pinggir Sungai Diberi Bronjong ketimbang Dibeton
Sabtu, 17 Februari 2018
Edit
BACA JUGA:
Gabedo.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, perbaikan
dinding tembok pinggir sungai yang ambrol di Kampung Berlan, Matraman, Jakarta
Timur dilakukan dengan konsep natural.
Anies mengatakan, hal itu terlihat dari penggunaan batu
bronjong untuk membangun tembok di pinggir sungai.
Anies menyebut penggunakan batu bronjong tak seperti
pembetonan yang membuat ekosistem air tidak bisa hidup.
Penggunaan batu bronjong ini selain ketahananya yang lebih
baik, juga membantu perkembangan biota air di sekitar sungai.
"Kalau dipasang beton maka biota air enggak bisa hidup
di situ. Kalau dipasang batu bronjong maka di situ bisa jadi sarang tumbuhnya
biota air."
"Jadi inilah contoh pendekatan natural yang dilakukan
di tempat ini," ujar Anies saat meninjau perbaikan jalan dan dinding
tembok di bibir sungai Kampung Berlan, Jumat (16/2/2018).
Anies mengatakan, konsep natural tersebut selain memiliki
ketahanannya yang lebih baik, juga biaya pembangunannya yang lebih murah.
Namun, Anies membantah bahwa konsep perbaikan di Kampung Berlan merupkan salah
satu konsep naturalisasi sungai yang pernah diucapkannya.
"Bukan, jadi ini belum (naturalisasi). Ini
penanggulangannya dengan pendekatan natural tidak dibuat beton tapi dibuatnya
dengan batu bronjong yang saling mengikat batunya dan ada rongga-rongga agar
bisa untuk tumbuhanya biota air," ujar Anies.
Anies pernah menyampaikan idenya untuk mengurangi banjir di
Jakarta dengan sistem naturalisasi sungai. Namun, Anies masih enggan
menjelaskan konsep naturalisasi yang dimaksud.
Adapun saat era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
alias Ahok, penanggulangan banjir menggunakan konsep normalisasi atau
pembetonan di bibir sungai.
"Salah satunya (solusi) ada soal naturalisasi sungai.
Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air
tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," kata Anies di
Jakarta Utara, Rabu (7/2/2018).