Sapa Warga Sumbar, Jokowi: Ba'a Kabanyo, Lai Elok-elok Sajo?
Rabu, 07 Februari 2018
Edit
BACA JUGA:
Gabedo.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah ke
masyarakat Dharmasraya, Sumatera Barat. Dalam kesempatan ini, Jokowi mencoba
berbahasa Minang, menyapa masyarakat.
"Ba'a kabanyo? Lai elok-elok sajo? (Apa kabar?
Baik-baik saja kan?)" kata Jokowi membuka pidato di GOR Dharmasraya,
Sumatera Barat, Rabu (7/2/2018).
"Elok Pak," jawab warga serentak diteruskan dengan
tepuk tangan.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 4.000 warga. Sebanyak 3.000
berasal dari Kabupaten Dharmasraya, sementara sisanya berasal dari wilayah
sekitar Dharmasraya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi mengatakan Indonesia merupakan
negara yang memiliki keberagaman. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk
menjaga keberagaman tersebut.
"Ingat, negara kita ini memiliki 700 suku, 1.100
bahasa. Ini harus kita jaga, jangan sampai terpecah," kata Jokowi.
Jokowi pun menjelaskan soal kenapa dia menyapa masyarakat
Sumatera Barat menggunakan bahasa lokal. Karena dia ingin mengetahui dan
belajar mengenai kebudayaan dan keberagaman yang ada di Indonesia.
"Saya ingin belajar. Karena negara kita ini beragam
sekali," kata Jokowi.
Terkait dengan pembagian sertifikat tanah, Jokowi
menjelaskan bahwa tahun ini dia menargetkan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
untuk mengeluarkan 7 juta sertifikat. Sementara di tahun depannya lagi
meningkat jadi 9 juta sertifikat.
Sementara itu, untuk di Sumatera Barat, Jokowi mengatakan
seharusnya sudah 1.700.000 sertifikat yang diserahkan ke warga. Namun, baru
700.000 yang baru disertifikatkan.
"Dan oleh sebab itu kantor BPN di Sumatera Barat masih
punya utang kepada rakyat satu juta sertifikat yang harus segera diselesaikan
yang tadi saya sudah perintahkan kepada Menteri tahun 2023 harus selesai
semuanya," kata Jokowi.
"Kenapa urusan sertifikat ini selalu saya kejar-kejar?
Karena bapak ibu dan saudara-saudara semuanya tahu dari 126 juta sertifikat
yang harusnya diberikan sudah dipegang oleh masyarakat baru 46 juta yang bisa
dipegang oleh masyarakat sampai tahun 2015 yang lalu. Oleh sebab itu masih ada
80 juta sertifikat di seluruh tanah air yang menjadi pekerjaan rumah pekerjaan
besar dari Kementerian BPN saya sudah titip perintahkan kepada menteri,"
tambah Jokowi.
