SBY Dianggap Mustahil Gandeng Prabowo dalam Koalisi untuk Pilpres
Minggu, 30 Juli 2017
Edit
BACA JUGA:
Gabedo.com - Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC), Sirajudin Abbas menganggap mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo
Bambang Yudhoyono berniat berkoalisi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo
Subianto untuk Pemilihan Presiden 2019.
Hal ini disebabkan ada cerita di antara keduanya semasa
masih berkuasa di militer.
"SBY anggota jenderal yang memberikan rekomendasi agar
Prabowo dipecat. Mana mungkin mantan presiden rekomendasikan dan dukung
jenderal yang diusulkan untuk dipecat. Itu nilainya rendah sekali," ujar
Sirajudin dalam diskusi di Jakarta, Minggu (27/7/2017).
Saat Prabowo menjadi salah satu calon presiden dalam Pilpres
2014, beredar surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang isinya berupa keputusan
untuk memberhentikan Prabowo dari ABRI. Dalam surat tersebut tertulis bahwa
keputusan DKP dibuat pada 21 Agustus 1998.
Surat itu ditandatangani oleh para petinggi TNI kala itu,
salah satunya SBY. Berdasarkan hasil sidang DKP, Prabowo diketahui telah
melakukan sejumlah pelanggaran yang dianggap tak layak terjadi dalam kehidupan
prajurit dan kehidupan perwira TNI.
Terlepas dari surat keputusan itu, kata Sirajudin, SBY dan
Prabowo tak pernah terlihat bertemu sejak memasuki dunia politik. Ia menganggap
pertemuan itu tak lebih dari membahas isu-isu terkini dan agenda bersama untuk
2019 di luar koalisi.
"Pertemuan itu membangun basis jangka panjang. Dan
menunjukkan mereka bagian oposisi pemerintah," kata Sirajudin.
Jika memang terjadi koalisi antara dua partai itu, Sirajudin
meyakini Prabowo tak akan diusung menjadi calon presiden.
Pertemuan itu, kata dia, sekaligus "cek ombak"
untuk melihat reaksi masyarakat apakah menjanjikan menggeser posisi Presiden
Joko Widodo.
Namun, hingga kini, Prabowo dan Gerindra belum menunjukkan
sinyalemen akan mengusung calon lain.
"Tapi meliat hubungan dengan Demokrat, kemungkinan ada
calon lain. Ini masih sangat terbuka. Meski sekarang belum ada alasan elektoral
Prabowo ke samping, nanti akan terlihat beberapa bulan sebelum
pencalonan," kata Sirajudin.
