Soal Pemindahan Ibu Kota, Fadli Zon Sebut Pemerintah Mimpi
Rabu, 05 Juli 2017
Edit
BACA JUGA:
Gabedo.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik pemerintah yang
dianggap terburu-buru mewacanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta.
Fadli mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota adalah suatu
hal yang besar dan tidak bisa dilakukan secara serampangan.
"Itu ( pemindahan ibu kota) butuh kajian yang mendalam.
Tidak bisa saat tiba akal. Ini momentum yang belum tepat," kata Fadli Zon, Selasa (4/7/2017).
Fadli mengingatkan bahwa saat ini negara tidak memiliki uang
yang cukup untuk melakukan pekerjaan besar seperti memindahkan ibu ota. Utang
Indonesia juga kian hari kian menggunung untuk membiayai berbagai proyek
infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan.
"Sementara banyak proyek infrastruktur saja terancam
mangkrak karena kesulitan dana. Itu yang saya pantau di lapangan. Jadi
konsentrasi dulu saja pemerintah. Enggak usah jauh memikirkan pindah ibu kota,
itu pekerjaan besar," ucap Fadli.
Di sisi lain, Fadli menilai banyak pekerjaan kecil
pemerintah yang belum tuntas. Misalnya, menyediakan lapangan kerja dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi saya kira itu ( pemindahan ibu kota) masih
mimpilah. Lebih baik fokus kepada persoalan jangka pendek," ucap Wakil
Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Fadli juga mempertanyakan rencana pemerintah menggandeng
swasta dalam pemindahan ibu kota ini. Sebab, akan banyak gedung-gedung
pemerintahan yang dibangun sehingga harusnya anggaran berasal dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara.
"Ini kan kita bicara ibu kota, bangunan pemerintah, ya
harus milik negara dong. Kecuali untuk infrastruktur lainnya. Menyangkut gedung
perkantoran enggak bisa disewakan dari swasta. Pemerintah macam apa
begitu," ucap Fadli.
Fadli juga mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota memerlukan
izin DPR. Sebab, rencana ini akan berdampak pada hajat hidup orang banyak.
"Jadi lebih bagus diurungkan dulu niat itu. Jangan
sampai proyek yang ada mangkrak," kata dia.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala
Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan
ibu kota ini bersama Presiden Joko Widodo.
Dalam perbincangan terakhirnya dengan Presiden, Bambang
mengatakan kajian pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaan, akan rampung
tahun ini.
"Maka tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan
terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan," kata Bambang,
di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017).
Bambang memastikan, ibu kota tidak akan berada di Pulau
Jawa.
"Kemungkinan besar (ibu kota dipindah) di Pulau
Kalimantan. Tapi spesifik dimananya di Kalimantan, itu yang masih akan kami
finalkan," kata Bambang.
